Jumat, 08 Juni 2012

Pengalaman Menulis Cerita Anak Lucu

Sebenarnya saya termasuk penulis yang boleh dikata susah menulis cerita lucu. Dalam hidup sehari-hari, saya pun bukan termasuk tipe orang yang suka melucu. Makanya surprise juga saat ada yang mengapresiasi salah satu cerita anak yang pernah saya buat sebagai sebuah cerita anak lucu.

Cerita anak lucu tersebut berjudul Kepala Dicukur, Kelapa Dikukur. Cerita ini dimuat dalam antologi fantasi anak bersama teman-teman dari Komunitas Penulis Bacaan Anak. Selain antologi fantasi, Pabers (sebutan keren bagi anggota PBA/Penulis Bacaan Anak) ada juga antologi cerita lucu berjudul Detektif Sok Tahu dan cerita misteri Bayangan Penari Kecil.

Suatu kebanggan tersendiri bisa ikut bergabung di antologi ini. Nama-nama beken dalam dunia penulisan ini bertebaran di ketiga buku ini. Sebutlah misalnya Ali Muakhir, Benny Rhamdani, Arleen Amidjaja, Rae Sita Patappa, Ary Nilandari dan Endang Firdaus. Siapa sih yang tidak kenal mereka dengan karya-karya kerennya dalam dunia penulisan buku anak?

Waktu itu sebenarnya ada beberapa cerita anak yang saya kirim tapi Kepala Dicukur, Kelapa Dikukur yang dipilih untuk dimuat dalam antologi. Setiap anggota memang hanya diberi kesempatan sekali agar lebih banyak anggota yang bisa berpartisipasi.

Pasti heran kan, kok cerita yang kuanggap lucu malah dimasukkan dalam antologi fantasi. Waktu mengirim, niatku semula cerita ini untuk antologi lucu. Tapi entah mengapa, mungkin dengan pertimbangan matang, teman-teman panitia menggolongkannya sebagai dongeng. Mungkin karena memang ada nuansa fantasi di dalamnya. Nggak apa-apa lah. Yang penting kan termuat :)

Ide awalnya bermula dari kata kukur dan cukur. Rasanya lucu saja mendengar kata berima (eh, iyakah :) kepala dicukur kelapa dikukur. Terus ada sedikit terbersit perasaan kangen pada kata kukur. Rasanya anak jaman sekarang, jarang banget kan yang mengenal kosa kata ini?

Antologi Cerita Fantasi Anak PBA. Penerbit Human Books, Jakarta 2010.
Lalu saya pun mulai memikirkan setting yang sesuai dengan kosa kata itu. Lalu teringat cerita-cerita lama bersetting melayu juga halaman lama buku sekolah jaman saya SD (hehe...ketahauan banget angkatannya :). Dan jadilah cerita anak lucu ini.

Ceritanya sih sebenarnya sederhana saja. Menceritakan saat seseorang yang berprofesi sebagai tukang kukur kelapa harus menggantikan tukang cukur. Nggak kebayang kan kalau kepala disamakan dengan kelapa. Kelucuan-kelucuan pun muncul dari situasi tersebut. Penasaran kan bagaimana akhirnya? Baca bukunya deh..... :) *tapi berita sedihnya, mungkin buku ini sudah tak terbit lagi :(


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar