Kamis, 09 Januari 2014
[Bukuku] Seri Dongeng Sains
Sabtu, 02 Juni 2012
Ide Penulisan Buku 'Mencocokkan Gambar'
2. Mengenal Warna.
3. Mengenal Angka.
4. Mengenal Buah.
5. Mengenal Binatang.
6. Mengenal Sayuran.
Ide penulisan buku ini berawal saat saya menemani Si Sulung belajar Bahasa Arab. Saat itu dia masih duduk di bangku kelas 1 SD di salah satu sekolah dasar Islam di kotaku. Pelajaran Bahasa Arab diajarkan di situ sejak mereka pertama kali masuk sekolah. Tentu saja untuk anak seusia itu, mereka banyak menghafalkan kata-kata dasar.
Di pihak lain, terus terang, saya pernah melihat buku dengan sistem mencocokkan gambar. Akhirnya saya memadukan kedua ide tersebut. Mencocokkan gambar sambil belajar Bahasa Arab sekaligus Bahasa Inggris. Karena kebetulan potongan gambar bendanya ada tiga bagian maka tiga bahasa bisa digunakan sekaligus, Indonesia, Inggris dan Arab.
Muncul kendala lain. Saya bingung cara mempresentasikan kenampakan buku ini pada penerbit. Saya pun mulai membuat dummy sederhana. Saya menggunakan gambar-gambar dari koleksi clip art, mencetaknya, menjilidnya berdasarkan pertema buku. Setelah itu saya menggunting setiap gambar menjadi tiga potongan. Paling tidak penerbit mendapat gambaran yang saya inginkan, itu maksudnya.
Khusus untuk Bahasa Arab, saya memilih kata-katanya berdasarkan buku milik anak. Saya pun melakukan pemeriksaan silang dengan kamus Bahasa Arab. Setelah itu saya juga meminta bantuan seorang teman alumni sastra Arab untuk mengecek kebenaran per kata yang saya gunakan.
Selesai semua proses itu, saya pun mencoba mengirimkannya ke Penerbit Mizan. Alhamdulillah tidak menunggu waktu lama untuk disetujui. Hasilnya buku ini bisa terbit dalam bentuk seri yang terdiri dari 6 buku tadi.
Jumat, 01 Juni 2012
Ide Menulis Buku Matematika
Kecintaan itu lalu berujung saat saya membuka les sempoa awal tahun 2000-an. Saat itu sempoa memang sangat booming. Muridku mencapai ratusan orang dan sempat membuka 4 cabang dan mempekerjakan beberapa guru tambahan.
Berkutat kembali dengan angka-angka dan berinteraksi dengan murid ternyata sangat menarik dan menantang. Senang sekali rasanya saat menyaksikan murid yang saat datang tidak mengerti sesuatu menjadi pintar dan percaya diri. Tapi sempoa tentu berbeda dengan matematika. Sempoa itu hanya menyangkut sebagian aspek dari matematika yaitu berhitung. Dari situ saya melihat beberapa murid kesulitan saat menghadapi konsep-konsep matematika lainnya seperti geometri, pecahan, dan lain-lain.
Dengan niat membantu murid, saya lalu mulai memikirkan cara untuk membantu mereka mengerti matematika. Dengan bantuan alat peraga matematika sederhana, saya pun mulai membimbing siswa dalam kegiatan semacam math club.
Dari kegiatan di math club itu, akhirnya terpikirkan untuk membukukannya. Saya pun teringat dengan hobi saya yang lain. Menulis. Ya, sejak kecil saya memang sudah suka menulis. Klop, hobi yang satu digabung dengan hobi lainnya. Buku pertama bertema permainan matematika itu pun akhirnya terbit tahun 2003.
Sejak itu, beberapa buku matematika lainnya juga menyusul. Semuanya berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan murid. Senang sekali rasanya bisa berbagi bersama pembaca.
Kini selain menulis buku, saya pun mulai menulis blog matematika. Dan ternyata antusiasme pembaca sangat luar biasa. Terbukti dari kunjungan perbulan yang sudah mencapai 1500 pengunjung. Kunjungi blog matematikaku di sini ya :)
Nah, mungkin Anda pun memiliki hobi lain? Memasak dan membuat barang kerajinan, misalnya, dapat dijadikan peluang untuk menulis buku tema hobi dan keterampilan. Banyak lho penerbit yang mencari buku-buku bergenre seperti itu.
Latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang Anda tekuni saat ini juga dapat dijadikan peluang untuk menulis buku. Jadi buku apa yang ingin Anda tulis?
Senin, 13 Februari 2012
[Peluang] Menerbitkan Buku di Gramedia Pustaka Utama
Kami selalu menerima naskah dari penulis untuk kami terbitkan, bila naskah tersebut kami nilai memenuhi standar penerbitan kami. Namun, maaf sekali, kami tidak bisa menerima naskah yang dikirimkan melalui e-mail, karena akan menyulitkan tim editor dalam melakukan penilaian naskah.
Apabila Anda ingin menerbitkan naskah Anda, silakan kirimkan naskah tersebut ke alamat kami di
PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Kompas Gramedia Lantai 5
Jl. Palmerah Barat 29-37
Jakarta 10270
Cantumkan jenis naskah Anda di sudut kiri atas. Fiksi/Nonfiksi. Remaja/Dewasa. Dll. Untuk memudahkan proses seleksi/pengkategorian.
Naskah yang dikirimkan harus dalam bentuk print out, lengkap (tidak hanya cuplikan naskah).Sertakan pula sinopsis cerita.
Tebal naskah untuk novel 100-200 halaman. (Bisa lebih asal jangan berlebihan)
Untuk buku anak, lengkapi dengan contoh ilustrasi. Konsep cerita (terutama untuk buku berseri).
Jenis kertas yang digunakan bebas, asal mudah dan enak dibaca. Ukuran font 12pt, dan spasi 1,5. Tema naskah juga bebas, selama tidak menyinggung SARA dan vulgar.
Sertakan bersama naskah Anda, data diri singkat.
Naskah sebaiknya sudah dijilid, agar tidak tercecer selama dibaca oleh tim editor kami.
Setelah masuk ke meja redaksi, naskah akan dibaca oleh tim editor selama minimal 4-5 bulan. Naskah yang belum bisa kami terbitkan, akan kami kembalikan.
Untuk keterangan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi 53650110 ext. 3511/3512 (redaksi fiksi/nonfiksi).
Atau via e-mail: fiksi@gramediapublishers.com atau nonfiksi@gramediapublishers.com
NB.: Kami tidak memungut bayaran apapun kepada penulis yang ingin menerbitkan naskahnya.
Senin, 02 Januari 2012
[Bukuku] Fakta Matematika di Sekitar Kita
Matematika sering dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Banyak orang yang menghindarinya karena merasa terlalu banyak hitungan, terlalu banyak rumus, tidak mengerti, dan alasan-alasan lainnya.
Padahal banyak hal-hal menarik di sekitar kita berhubungan dengan matematika. Saat kita bernafas, makan, menelepon, dalam kendaraan, bahkan ketika bermain pun kamu akan selalu berhubungan dengan matematika. Matematika dapat membantu kita memahami beberapa hal yang nampaknya sulit dipahami dengan pendekatan biasa, misalnya tipuan mata untuk menilai luas suatu bangunan seperti yang dicontohkan dalam buku ini.
Matematika juga dapat digunakan untuk mempermudah bahkan meningkatkan kesejahteraan manusia. Beberapa prinsip matematika digunakan di jalan raya, saat membangun rumah, dan lain-lain. Karena itu marilah bersahabat dengan matematika agar manfaatnya dapat kita rasakah sehari-hari.
Judul : Fakta Matematika di Sekitar KitaGenre : Non Fiksi - Buku Anak
Penerbit : Tiga Serangkai
Tahun : 2011
Berapa Lama Harus Menunggu?
Betul. Tidak ada yang bisa memastikan kapan sebuah naskah akan bisa diterbitkan, kecuali tentu saja pihak penerbitnya :) Begitu panjang proses yang harus dialami sebuah naskah untuk dapat nangkring manis di toko buku.
Ketika seorang penulis memasukkan naskahnya atau outline naskah ke penerbit sering kuibaratkan masuk ke dalam hutan rimba yang tak jelas kapan bisa keluar. Selamat atau tidak di jalan :) Untuk dinyatakan layak terbit saja, bisa menunggu 1-3 bulan atau bahkan lebih bergantung kebijaksanaan penerbit. Memang ada beberapa pengecualian, misalnya naskah itu bagus bagnet, timing yang tepat atau penulisnya sudah memiliki penggemar tersendiri.
Disetujui untuk terbit pun, bukan berarti bulan depan buku itu sudah jadi. Masih panjang proses yang harus dilaluinya. Ibarat pengelana dekil yang butuh dandan untuk menjadi pangeran ganteng. Dipangkas, dirapikan, didandanin, dan proses panjang lainnya. Apalagi untuk sebuah buku yang membutuhkan ilustrasi banyak seperti jenis pictbook.
Mengantongi surat cinta dari penerbit (istilahnya macam2, tergantung penerbit. Umumnya dikenal sebagai SPK - Surat Perjanjian Kerjasama) pun bukan jaminan buku itu akan terbit. Bisa saja terjadi sesuatu yang mengakibatkan batal terbit, bahkan setelah melalui penantian panjang bertahun-tahun. Kalau seperti ini, bisa saja penulis menarik naskahnya dan mencoba memulai kembali prosesnya di penerbit berbeda. Alias tunggu lagi.... :)
Namun ternyata tidak semuanya sesederhana itu. Dari pengalamanku, ada sebuah naskah yang sepertinya sudah memasuki tahun kelima tapi tidak terbit juga. Mau ditarik juga tak mungkin. Apa pasal? Buku itu sudah dibeli putus! Dari sisi ekonomi, jelas saya tidak rugi. Saya sudah dibayar, tapi dari sisi 'hati' rasanya sedih juga. Ibaratnya anak yang lahir langsung diadopsi ortu lain tanpa pernah kulihat sosoknya. Kejam.... :)
Ada pula naskahku yang sudah memasuki tahun kedua belum terbit juga. Kebetulan ini royalti. Jadi belum ada apapun yang terpegang. Tapi saya tetap tak bisa menariknya. Kenapa? Itu naskah pesanan penerbit. Dan kalau naskah seperti itu, biasanya agak sulit kalau harus menyesuaikan dengan penerbit baru.
Jadi saya selalu mengatakan pada si penanya. Sebuah naskah baru bisa dikatakan 'berhasil' apabila dia sudah nangkring manis di tobuk. SPK belum menjadi jaminan naskah itu bisa diterbitkan.
[Bukuku] Fakta Matematika di Alam
Matematika sering dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Banyak orang yang menghindarinya karena merasa terlalu banyak hitungan, terlalu banyak rumus, tidak mengerti, dan alasan-alasan lainnya.
Padahal kalau kita melihat di alam sekitar kita, banyak hal yang berhubungan dengan matematika. Tubuh kita yang memiliki bentuk simetris, kehidupan hewan dan tumbuhan pun berhubungan dengan matematika.
Menggunakan pendekatan pembelajaran matematika dari alam membuat seseorang dapat merasakan bahwa matematika itu menyenangkan dan selalu hadir di sekitar kita. Dengan matematika kita juga dapat menyingkap banyak rahasia di alam ini.
Judul : Fakta Matematika di AlamGenre : Non Fiksi - Buku Pengayaan
Penerbit : Tiga Serangkai
Tahun : 2011
[Bukuku] Princess Miu Zee dan Keledai Kesayangan

Princess Miu Zee memiliki seekor keledai kesayangan. Semua memandang remeh keledai itu. Tapi ternyata, keledai itulah yang berhasil menyelamatkan Raja Zee Ah Li, ayahanda Princess Miu Zee.
Kira-kira apa ya yang bisa dilakukan seekor keledai? Berhasilkah Princess Miu Zee menolong ayahnya?
Judul : Princess Miu Zee dan Keledai Kesayangan
Seri : Islamic Princess
Ilustrasi : Nur Cililia
Penerbit : Dar Mizan
Minggu, 01 Januari 2012
Pencapaian 2011
Kalau tahun lalu saya menulis catatan spt ini di note fb, kali ini mencoba buat di blog. Tuntutan profesi baru. Dan setelah dipikir-pikir, bagus juga kalau rutin dicatat seperti ini.
Alhamdulillah, dibanding tahun lalu, pencapaian tahun ini sudah banyak peningkatan. Masa 2010 yang saya namakan masa panen benar-benar membuahkan hasilnya di tahun 2011. Banyak sekali pengalaman berharga yang didapatkan di tahun ini. Beberapa diantaranya akan saya buat catatan tersendiri misalnya memilih latihan penulisan yang tepat (setelah pengalaman beberapa kali ikut pelatihan yang diadakan berbagai pihak baik itu yang diadakan teman sendiri maupun yang 'belum kenal'). Pengalaman berhubungan dengan agen naskah dan beberapa penerbit juga akan saya tulis nanti di bagian yang lain.
Beberapa buku yang berhasil kutulis tahun ini *mulai mengingat :)
3 pictorial book (sudah terbit semuanya di tahun 2011)
1 komik (akan terbit Januari 2012)
2 novel anak (satu sudah terbit, satu menyusul di 2012)
2 buku non fiksi matematika (1 sudah terbit, 1 belum juga :)
9 buku dak
1 buku lomba pengayaan (gak ada kabar :)
1 buku non fiksi teknik menggambar
1 buku motivasi (baru selesai ditulis di penghujung tahun, semoga 2012 juga terbit)
2 buku antologi cerita anak bersama penulis anak lainnya (1 sudah terbit, 1 lagi belum)
ikut dalam antologi untuk negeri jiran (yay...pengalaman baru nih makcik, pakcik :P
Tapi.... kayaknya menanamku kurang banyak nih. Wah berarti harus kebut biar 2012 bisa melebihi pencapaian 2011.
Prestasi lainnya, kalau itu bisa disebut prestasi :) adalah profesi baru sebagai trainer penulisan bersama beberapa teman yang juga sama2 penulis mumpuni. Semoga 2012 profesi ini juga bisa berjalan dengan lancar.
Ada yang menggembirakan, pasti ada yang kurang *tapi tak ada yang perlu disesali kan? :) Tahun 2010 saya sempat tergabung sebagai tim penulis dan editor konten untuk sebuah website terkenal kini tak berlanjut. Sebenarnya karena masalahnya bukan pada saya tapi lebih ke klien. Ya mau bagaimana lagi? Insya Allah pasti akan ada penggantinya yang lebih baik :)
Amin.....
Sukses terus.....
Alhamdulillah utk semua pencapaian di 2011
Bismillah memasuki 2012 agar berkah dan bermanfaat bagi orang lain. Amin...
Sabtu, 31 Desember 2011
[Bukuku] Musik yang Merdu
Hupi dan Hupa serta kawan-kawan di Taman Lestari heboh. Mereka menemukan empat benda aneh. Benda itu terbuat dari bambu. Ketika digerakkan, benda itu mengeluarkan suara. Benda apakah itu? Dan bagaimana cara yang tepat untuk memainkan benda tersebut ?Keunggulan buku ini :
- tokoh hupi yang diambil dari burung Hudhud yang ada dalam Al Quran,
- bilingual,
- cerita mendidik,
- ilustrasi menarik.
Genre : Pictorial book
Penerbit : Dar Mizan
Tahun : 2011
[Berita] Penilaian Buku Non Teks Pelajaran
Sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 2 tahun 2008 pasal 6 (2) yang menyatakan bahwa “selain buku teks pelajaran, pendidik dapat menggunakan buku panduan pendidik, buku pengayaan, dan buku referensi dalam proses pembelajaran”. Uraian ini diperkuat oleh ayat (3) yang menyatakan “Untuk menambah pengetahuan dan wawasan peserta didik, pendidik dapat menganjurkan peserta didik untuk membaca buku pengayaan dan buku referensi”. Berdasarkan hal ini maka terdapat empat jenis buku yang digunakan dalam bidang pendidikan, yaitu (1) Buku Teks Pelajaran; (2) Buku Pengayaan; (3) Buku Referensi; dan (4) Buku Panduan Pendidik.
Berkaitan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan tugas Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional dalam pengendalian mutu buku, maka yang memiliki kewenangan untuk melakukan standarisasi buku teks pelajaran adalah Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Sementara itu, buku pengayaan, referensi, dan panduan pendidik tidak merupakan kewenangan badan ini. Untuk itu, guna memudahkan dalam memberikan klasifikasi dan pengertian pada buku-buku pendidikan, dilakukan dua pengelompokan buku pendidikan berdasarkan ruang lingkup kewenangan, yaitu (1) Buku Teks Pelajaran dan (2) Buku Nonteks Pelajaran.
Buku nonteks pelajaran berbeda dengan buku teks pelajaran. Jika dicermati berdasarkan makna leksikal, buku teks pelajaran merupakan buku yang dipakai untuk mempelajari atau mendalami suatu subjek pengetahuan dan ilmu serta teknologi, sehingga mengandung penyajian asas-asas tentang subjek tersebut, termasuk karya kepanditaan (scholarly, literary) terkait subjek yang bersangkutan. Oleh karena itu, berdasarkan ciri-ciri buku teks pelajaran dapat diidentifikasi buku-buku yang berkategori buku nonteks pelajaran, yaitu:
(1) Buku-buku yang dapat digunakan di sekolah, namun bukan merupakan buku pegangan pokok bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran;
(2) Buku nonteks pelajaran tidak menyajikan materi yang dilengkapi dengan instrumen evaluasi dalam bentuk tes atau ulangan, latihan kerja (LKS) atau bentuk lainnya yang menuntut pembaca melakukan perintah-perintah yang diharapkan penulis untuk mengukur pemahaman terhadap bahan bacaan sebagai pembelajaran;
(3) Penerbitan buku nonteks pelajaran tidak dilakukan secara serial berdasarkan tingkatan kelas;
(4) Materi atau isi dalam buku nonteks pelajaran terkait dengan sebagian atau salah satu Standar Kompetensi atau Kompetensi Dasar yang tertuang dalam Standar Isi;
(5) Materi atau isi buku nonteks pelajaran dapat dimanfaatkan oleh pembaca dari semua jenjang pendidikan dan tingkatan kelas;
(6) Materi atau isi buku nonteks pelajaran cocok untuk digunakan sebagai bahan pengayaan, atau rujukan, atau panduan dalam kegiatan pendidikan atau pembelajaran.
Berbagai hasil studi menunjukkan bahwa buku pendidikan sangat berperan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Laporan World Bank (1989) menunjukkan bahwa di Indonesia tingkat kepemilikan siswa akan buku dan fasilitas lainnya berkorelasi positif dengan prestasi belajarnya. Temuan tersebut sesuai dengan temuan Supriadi (1997) yang menyatakan bahwa tingkat kepemilikan siswa akan buku berkorelasi positif dan bermakna terhadap prestasi belajar. Laporan World Bank tahun 1995 menunjukkan pula bahwa di Filipina terdapat peningkatan rasio buku siswa dari 1:10 menjadi 1:2 di kelas 1 dan 2 secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa.
Buku pendidikan dapat memberikan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan kepada siswa tentang kehidupan dalam berbagai bidangnya, baik tentang diri, masyarakat, budaya, dan alam sekelilingnya, maupun tentang Tuhan yang menciptakan semua itu. Namun, buku pendidikan harus sesuai dengan keperluan siswa sehingga memberi kemudahan untuk digunakan oleh pembelajar, baik dalam pendidikan formal maupun pendidikan nonformal.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 2 tahun 2008 maka klasifikasi buku pendidikan terdiri atas (1) buku teks pelajaran; (2) buku pengayaan; (3) buku referensi; dan (4) buku panduan pendidik. Berdasarkan penelitian Pusat Perbukuan ditentukan klasifikasi buku pendidikan terdiri atas (1) buku pelajaran; (2) buku pengajaran; (3) buku pengayaan; dan (4) buku rujukan (Pusat Perbukuan Depdiknas, 2004:4). Namun, untuk memudahkan klasifikasi berdasarkan kewenangan dikelompokkan buku teks pelajaran dan buku nonteks pelajaran. Oleh karena itu, klasifikasi buku nonteks pelajaran adalah buku-buku yang termasuk ke dalam klasifikasi buku pengayaan, buku referensi, dan klasifikasi buku panduan pendidik.
Tujuan Penilaian Buku Non Teks Pelajaran
• Menyediakan buku nonteks pelajaran layak untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
• Meningkatkan mutu sumber daya perbukuan Indonesia.
• Melindungi peserta didik dari buku-buku yang tidak berkualitas.
• Meningkatkan minat dan kegemaran membaca.
Sasaran
· Buku nonteks pelajaran yang diajukan oleh penerbit
Jenis-Jenis Buku Nonteks Pelajaran
A. Buku Pengayaan
1. Pengetahuan
2. Keterampilan
3. Kepribadian
(a) Jenis Nonfiksi
(b) Jenis Fiksi
B. Buku Referensi
1. Ensiklopedia
2. Kamus
3. Atlas
4. Aturan/Perundang-undangan
C. Buku Panduan Pendidik
1. Pendidikan & Pembelajaran
2. Media Pembelajaran
3. Evaluasi Pembelajaran
4. Penelitian Pendidikan
Kriteria Mutu (Standar) Buku Nonteks Pelajaran
- Kelayakan Isi/Materi
- Kelayakan Penyajian
- Kelayakan Bahasa
- Kelayakan Kegrafikaan
HASIL PENILAIAN BUKU NONTEKS PELAJARAN
TAHUN 2006 – 2010
| No | Tahun | Hasil Penilaian Buku Nonteks Pelajaran Berdasarkan Klasifikasi | Jumlah | ||||
| Pengayaan Pengetahuan | Pengayaan Keterampilan | Pengayaan Kepribadian | Buku Referensi | Panduan Pendidik | |||
| 1 | 2006 | Buku-Buku Sastra | 120 | ||||
| 2 | 2007 | 176 | 8 | 12 | 53 | 20 | 269 |
| 3 | 2008 | 325 | 142 | 25 | 20 | 65 | 577 |
| 4 | 2009 | 590 | 156 | 129 | 93 | 72 | 1.040 |
| 5 | 2010 | 251 | 40 | 82 | 13 | 11 | 397 |
| Jumlah buku | 1.342 | 346 | 248 | 179 | 168 | 2.403 | |
[Berita] Bantuan Sosial Calon Penulis Buku
Dalam rangka membangun budaya membaca dan menulis, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Bab III Pasal 4 Ayat 5 yang mengamanatkan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Untuk mengimplementasikan amanat undang-undang ini, diperlukan upaya sinergis melalui penyediaan buku-buku yang bermutu dalam jumlah yang mencukupi serta sesuai dengan standar nasional pendidikan. Untuk itu, Pemerintah mendorong penulis untuk menulis buku yang bermutu. Terutama penulis-penulis dari kalangan para pendidik.
Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah melalui Pusat Kurikulum dan Perbukuan untuk mendorong calon penulis menghasilkan buku yang bermutu, antara lain melalui kegiatan penilaian buku teks pelajaran dan sayembara penulisan naskah buku pengayaan. Para calon penulis mengajukan hasil karyanya untuk dinilai atau diseleksi oleh badan atau lembaga yang independen. Para calon penulis telah mengajukan dummy buku atau naskah buku untuk dinilai atau diseleksi melalui penilaian buku teks pelajaran atau sayembara penulisan naskah buku pengayaan.
Buku merupakan salah satu sarana yang berperan penting dalam pendidikan. Oleh karena itu, upaya-upaya Pemerintah untuk mendorong calon penulis menulis buku yang bermutu seperti disebutkan di atas perlu terus dilakukan dan ditingkatkan. Penulis memiliki peran penting bagi terciptanya buku sebagai sumber belajar. Tanpa penulis yang profesional sebagai sumber yang mengalirkan cipta, rasa, karsa, dan karya secara bening, tidak akan pernah lahir buku yang berkualitas baik.
Dalam rangka mengupayakan tersedianya buku yang bermutu dan sesuai standar nasional pendidikan serta mencukupi kebutuhan peserta didik dan pendidik, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional akan memberikan bantuan dana bagi calon penulis buku.
Bantuan sosial adalah pemberian bantuan dalam bentuk uang yang diberikan kepada calon penulis buku atau naskah yang dinyatakan belum layak pakai atau belum menjadi pemenang sayembara yang diajukan dalam Penilaian Buku Teks Pelajaran dan/atau Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan.Tujuan Pemberian Bantuan Sosial
Bantuan sosial bertujuan untuk mendorong para calon penulis buku pendidikan menghasilkan karya yang berkualitas sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Sasaran
Bantuan sosial diberikan kepada calon penulis penulis buku teks pelajaran yang dinyatakan belum layak pakai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan penulis sayembara penulisan naskah buku pengayaan yang dinyatakan belum menjadi pemenang.
Persyaratan untuk memperoleh bantuan sosial adalah sebagai berikut:
a. penulis perseorangan atau tim yang mengikuti penilaian buku teks pelajaran dan/ atau sayembara naskah buku pengayaan;
b. membuat proposal;
c. memiliki rekening bank atas nama yang bersangkutan;
d. memiliki nomor pokok wajib pajak;
e. bersedia memperbaiki buku teks pelajaran atau naskah buku pengayaan dalam bentuk naskah atau soft copy file; dan
f. bersedia menandatangani perjanjian pemberian bantuan sosial.
Tahapan pemberian bantuan sosial meliputi:
a. sosialisasi pemberian bantuan sosial;
b. pengajuan proposal;
c. penilaian proposal;
d. penetapan penerima bantuan;
e. penyaluran bantuan; dan
f. pelaporan pertanggungjawaban.
Mekanisme Pemberian Bantuan Sosial:
a. calon penerima bantuan sosial mengajukan proposal;
b. tim penilai melakukan penilaian administratif dan proposal;
c. tim penilai mengusulkan calon penerima bantuan sosial kepada pejabat yang menangani perbukuan;
d. pejabat yang menangani perbukuan menetapkan keputusan penerima bantuan sosial;
e. penandatanganan perjanjian pemberian bantuan sosial;
f. bantuan sosial ditransfer langsung ke rekening penulis; dan
g. penerima bantuan sosial melaporkan penggunaan bantuan sosial.
(sumber : http://puskurbuk.net/web/bantuan-sosial-penulis-buku.html)
